motivasi berprestasi
MOTIVASI BERPRESTASI
A.
PENGERTIAN PRESTASI
Kebutuhan berprestasi adalah salah
satu motif dari motif sosial. Prestasi adalah perilaku yang berorientasi tugas
yang mengijinkan prestasi individu di evaluasi menurut kriteria dari dalam
maupun dari luar, melibatkan individu berkompetensi dengan orang lain.
Orang sukses memiliki dua motif dalam hidupnya, yaitu:
1. Berprestasi
2. Motivasi berkompetensi yang kuat.
B.
PENGERTIAN MOTIVASI
Motif berasal dari bahasa latin
yaitu movere yang artinya bergerak. Motif yangdiistilahkan needs adalah
dorongan yang sudah terikat pada suatu tujuan (Ahmadi,1999).Perilaku manusia
senantiasa dilatarbelakangi motif dan motivasi. Beragamnya motifdan motivasi
mewarnai kehidupan manusia, misalnya makan karena lapar, ingin mendapat kasih
sayang, ingin diterima lingkungan dan sebagainya (Ahmadi, 1998).
Ahmadi (1998)menjelaskan lebih
lanjut, bahwa motivasi adalah suatu kekuatan yang terdapat dalam diri organisme
yang menyebabkan organisme itu bertindak atau berbuat. Motivasi menurut Winkel
(1997) adalah sebagai daya penggerak dari dalam diri individu dengan maksud
mencapai kegiatan tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu.
Murray (dalam Chaplin, 1999) juga
mengemukakan pendapatnya sendiri mengenai motivasi. Ia menyebutkan motivasi
sebagai motif untuk mengatasi rintangan-rintangan atau berusaha melaksanakan
sebaik dan secepat mungkin pekerjaan-pekerjaan yang sulit. Walgito (2002)
menyatakan motivasi merupakan kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang
menyebabkan organisme itu bertindak atau berbuat dan dorongan ini biasanya
tertuju pada suatu tujuan tertentu.
McClelland (1987) mendefinisikan
motivasi sebagai suatu kebutuhan yang bersifat sosial, kebutuhan yang muncul
akibat pengaruh eksternal. Ia kemudian membagi kebutuhan tersebut menjadi tiga,
yaitu :
a.
Kebutuhan
Berkuasa (Need for Power)
b.
Kebutuhan
Berprestasi (Need for Achievement)
c.
Kebutuhan
Berteman (Need for Affiliation)
Berdasarkan teori-teori diatas dapat disimpulkan
pengertian dari motivasi yaitu suatu dorongan dalam diri individu karena adanya
suatu rangsangan baik dari dalam maupun dari luar untuk memenuhi kebutuhan
individu dan tercapainya tujuan individu.
C.
PENGERTIAN MOTIVASI BERPRESTASI
Motivasi berprestasi pertama kali
diperkenalkan oleh Murray (dalam Martaniah, 1998) yang diistilahkan dengan need
for achievement dan dipopulerkan oleh Mc Clelland (1961) dengan sebutan
“n-ach”, yang beranggapan bahwa motif berprestasi merupakan virus mental sebab
merupakan pikiran yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan dengan lebih
baik daripada cara yang pernah dilakukan sebelumnya. Jika sudah terjangkit
virus ini mengakibatkan perilaku individu menjadi lebih aktif dan individu
menjadi lebih giat dalam melakukan kegiatan untuk mencapai prestasi yang lebih
baik dari sebelumnya. Individu yang menunjukkan motivasi berprestasi menurut
Mc.Clelland adalah mereka yang task oriented dan siap menerima
tugas-tugas yang menantang dan kerap mengevaluasi tugas-tugasnya dengan
beberapa cara, yaitu membandingkan dengan hasil kerja orang lain atau dengan
standard tertentu (McClelland, dalam Morgan 1986).
Selanjutnya menurut Haditono
(Kumalasari, 2006), motivasi berprestasi adalah kecenderungan untuk meraih
prestasi dalam hubungan dengan nilai standar keunggulan. Motivasi berprestasi
ini membuat prestasi sebagai sasaran itu sendiri. Individu yang dimotivasi
untuk prestasi tidak menolak penghargaan itu, tidak sungguh-sungguh merasa
senang jika dalam persaingan yang berat ia berhasil memenangkannya dengan jerih
payah setelah mencapai standar yang ditentukan.
Atkinson (Martaniah, 1998)
mengatakan bahwa motivasi berprestasi dalam perilaku individu mengandung dua
kecenderungan perilaku, yaitu :
a. Individu
yang cenderung mengejar atau mendekati kesuksesan
b. Individu
yang berusaha untuk menghindari kegagalan.
D.
Karakteristik dan sikap motivasi prestasi ala
McClelland
- Pencapaian adalah lebih penting daripada materi.
- Mencapai tujuan atau tugas memberikan kepuasan pribadi yang lebih besar daripada menerima pujian atau pengakuan.
- Umpan balik sangat penting, karena merupakan ukuran sukses (umpan balik yang diandalkan, kuantitatif dan faktual).
E.
Aspek Motivasi Berprestasi
McClelland (dalam Marwisni Hasan
2006) menyatakan bahwa orang yang mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Mempunyai
tanggung jawab pribadi
Siswa yang mempunyai motivasi
berprestasi akan melakukan tugas sekolah atau bertanggung jawab terhadap
pekerjaannya. Siswa yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya akan puas
dengan hasil pekerjaannya karena merupakan hasil usahanya sendiri. Contoh :
Mengerjakan tugasnya sendiri, tidak mencontek.
2. Menetapkan
nilai yang akan dicapai atau menetapkan standar keunggulan
Menetapkan nilai yang akan dicapai.
Nilai yang lebih tinggi dari nilai sendiri atau lebih tinggi dari nilai yang
dicapai orang lain. Untuk mencapai nilai yang sesuai dengan standar keunggulan,
siswa harus menguasai secara tuntas materi yang dipelajari. Contoh : Nilai
standar 75, nilai yang ingin di capai 90.
3. Berusaha
bekerja kreatif
Siswa yang bermovasi tinggi, gigih
dan giat mencari cara yang kreatif untuk menyelesaikan tugas sekolahnya. Cara
belajar yang kreatif.
4. Berusaha
mencapai cita-cita
Siswa yang mempunyai cita-cita akan
belajar denngan baik dan memiliki motivasi yang tinggi. Contoh : rajin
mengerjakan tugas , belajar dengan keras, tekun, tidak mengulur waktu untuk
belajar.
5. Memiliki
tugas yang moderat
Memiliki tugas yang tidak terlalu
sukar dan tidak terlalu mudah. Membagi tugas menjadi beberapa bagian sehingga
muda dikerjakan.
6. Melakukan
kegiatan sebaik-baiknya
7. Mengadakan
antisipasi
Melakukan kegiatan untuk menghindari
kegagalan atau kesulitan yang mungkin terjadi.
Contoh : menyiapkan peralatan sekolah sebelum
berangkat sekolah, datang lebih awal dari jadwal masuk, mengerjakan soal-soal
untuk latihan, membaca materi untuk berikutnya.
F. Faktor-faktor yang mempengaruhi
prestasi (Gage & Berliner, 1992; Winkel,1997)
1. Faktor internal
a. Inteligensi
Taraf inteligensi seseorang dapat
tercermin dalam prestasi sekolahnya di semua mata pelajaran (Winkel, 1997).
Jadi, ada korelasi antara inteligensi dengan kesuksesan di sekolah
Peserta didik dengan taraf inteligensi yang tinggi diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan peserta didik yang memiliki taraf inteligensi yang lebih rendah. Namun inteligensi bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan prestasi akademik karena masih ada faktor lainnya seperti motivasi dan kepribadian serta faktor eksternal.
Peserta didik dengan taraf inteligensi yang tinggi diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan peserta didik yang memiliki taraf inteligensi yang lebih rendah. Namun inteligensi bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan prestasi akademik karena masih ada faktor lainnya seperti motivasi dan kepribadian serta faktor eksternal.
b. Motivasi
Winkel (1997) mengatakan bahwa
motivasi merupakan daya penggerak yang menjadi aktif pada saat-saat tertentu di
mana ada kebutuhan untuk mencapai tujuan. Sedangkan Gage dan Berliner (1992)
menjelaskan bahwa motivasi adalah sesuatu yang menggerakkan individu dari
perasaan bosan menjadi berminat untuk melakukan sesuatu.
c. Kepribadian
Kepribadian merupakan suatu
organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik seseorang yang menentukan
bagaimana individu dapat menyesuaikan diri secara unik dengan lingkungannya (Allport
dalam Hurlock, 1978).
2. Faktor eksternal
a. Lingkungan rumah
Utami Munandar (1999) mengatakan
bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, maka semakin baik prestasi
anak. Termasuk juga sejauh mana keluarga mampu menyediakan fasilitas tertentu
untuk anak (televisi, internet, dan buku bacaan).
b. Lingkungan sekolah
Menurut Ormrod (2006) lingkungan
sekolah yang baik adalah lingkungan yang nyaman sehingga anak terdorong untuk
belajar dan berprestasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Natsir. 2013. Motivasi
Persuasi. Padang. UNP Press.
Episentrum. 2009. Faktor-faktor yang mempengarushi
prestasi.
http://episentrum.com/artikel-psikologi/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-prestasi/#more- 515. 30
Oktober 2010.
Komentar
Posting Komentar