kepemimpinan dalam kelompok
KEPEMIMPINAN
DALAM KELOMPOK
1.
Pengertian
Pengertian kepemimpinan merupakan suatu
deskripsi tentang kegiatan seseorang yang dinilai sebagai pemimpin, dan
terdapat aspek-aspek:
a.
Posisi sebagai pusat
b.
Peranannya sebagai
pemberi arah
c.
Sebagai penggerak atau
stimulator dari aktivitas atau kegiatan
d.
Memberikan bentuk dalam
kegiatan secara terarah dan jelas
Pengertian kepemimpinan lebih
dititikberatkan pada segi fungsi daripada segi struktur. Berkaitan dengan hal
tersebut, maka pengertian kepemimpinan dapat diberikan makna:
a.
Kepemimpinan merupakan
ciri-ciri aktivitas seseorang yang dapat mempengaruhi pengikutnya
b.
Kepemimpinan merupakan
suatu instrumen untuk dapat melancarkan suatu kegiatan dalam rangka pencapaian
tujuan
Berdasarkan
atas hal-hal tersebut di atas, maka kepemimpinan merupakan sesuatu yang dapat
dipelajari, yaitu dalam menyusun instrumen kepemimpinan. Namun di samping itu
juga merupakan suatu seni bagaimana instrumen tersebut sebaiknya dilakukan.
Dalam masyarakat, khususnya dalam masyarakat yang sedang berkembang , unsur
kharisma dapat ikut menentukan pengakuan seseorang sebagai seorang pemimpin
yang berpengaruh. Bila kharisma tidak dapat disamakan dengan kekuatan atau power yang dapat mempengaruhi
pengikutnya, maka perlu dibedakan kepemimpinan sebagai traits atau sebagai psychological
energy yang timbul dari seorang pemimpin. Dengan dewmikian dapat dirumuskan
bahwa leadership as a power to influence,
dan power of energy ini dapat
mempengaruhi orang lain.
Definisi
kepemipinan menurut para ahli
a.
Menurut Boring,
Langeveld, dan Weld
Kepemimpinan
adalah hubungan dari individu terhadap bentuk suatu kelompok dengan maksud
untuk dapat menyelesaikan beberapa tujuan
b.
Menurut George R.Terry
Kepemimpinan
adalah aktivitas mempengaruhi prang-orang agar dengan suka rela bersedia menuju
kenyataan tujuan bersama
c.
Menurut H.Goldhamer and
EA. Shils
Kepemimpinan
adalah tindakan perilaku yang dapat mempengaruhi tingkah laku orang-orang lain
yang dipimpinnnya
2.
Fungsi kepemimpinan
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat
dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan
kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan
memiliki 2 aspek yaitu :
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi sebagai
Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, dsb.
Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif,
maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan
dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan
berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok
masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan
berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam
situasi sosial keiompok atau organisasinya.
Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki
dua dimensi yaitu:
1) Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.
Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
1) Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.
Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
a. Fungsi instruktif
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang
menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana
(waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat
mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga
fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah
b. Fungsi
konsultatif
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif
sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam
usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi
dengan orang-orang yang dipimpinnya.
c. Fungsi
partisipasi
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin
berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan
keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh
kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang
dijabarkan dari tugas-tugas pokok.
d. Fungsi
delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin
memberikan pelimpahan wewenang membuay atau menetapkan keputusan. Fungsi
delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang
diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara
bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan
perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang
diri.
e. Fungsi
pengendalian
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan
yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam
koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama
secara maksimal. Kemudian menurut
Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi dan mengarahkan
karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi
guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi
mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu,
fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok
bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan
demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya daiam
organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai
pemimpin. Fungsi kepemimpinan yang hakiki adalah :
- Selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha untuk pencapaian tujuan
- Sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak luar.
- Sebagai komunikator yang efektif.
- Sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral
3.
Klasifikasi
kepemimpinan
a.
Kepemimpinan otoriter
Pemimpin
ini menentukan segala-galanya. Semua aktivitas kelompok dijalankan atas
instruksi pemimpin. Pemimpin mengatur dan mendikte anggota, anggota hamya
sebagai pelaksana perintah pemimpin. Anggota tidak pernah diberi tehu tentang
rencana-rencana yang akan dijalankan oleh kelompok. Kedudukan pemimpin
seolah-olah terpisah dari yang dipimpin, sebab pemimpin berhubungan dengan
anggota hanya pada saat memberikan instruksi atau perintah. Pemimpin tidak ikut
serta dalam kegiatan kelompok.
Pemimpin yang otoriter memiliki kekuatan
yang absolut, berbeda dengan pemimpin yang demokratik. Pemimpin otoriter
menentukan kebijaksanaan kelompok, ia sendirilah yang secara penuh menentukan
kegiatan kelompok, mendikte kegiatan anggota serta pola antar hubungan anggota,
membuat keputusan atas hadiah dan hukuman bagi anggota. Oleh karena itu nasib
setia individu di dalam kelompok berada di tangan pemimpin.
b.
Kepemimpinan Demokratis
Pemimpin demokratis berusaha menampilkan
keterlibatan dan keikutsertaan yang maksimum dari setiap anggota dalam kegiatan
kelompok dan dalam menentukan tujuan kelompok. Ia berusaha memberi tanggung
jawab dengan anggotanya. Ia berusaha mendorong dan membuat hubungan antara
individu seluruh kelompok. Ia juga berusaha mencegah berkembangnya struktur
kelompok hirarki yang dikuasai oleh perbedaan status dan hak istimewa.
c.
Kepemimpinan Liberal
Pemimpin pasif, tidak berpartisipasi
dengan kegiatan kelompok. Ia berada diluar kelompok. Pemimpin tidak memimpin
tetapi melepaskan anggota-anggotanya. Ia menyerahkan segala-galanya kepada
anggota. Tidak pernah menegur kesalahan anggotanya tetapi selalu bersikap baik.
4.
Tugas-tugas Pemimpin
Tugas seorang pemimpin meliputi
pengambilan keputusan , menetapkan sasaran dan menyusun kebijaksanaan,
mengorganisasikan dan menempatkan pekerja, mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan
baik vertikal (antara bawahan dan atasan) maupun secara horizontal(antar bagian
atau unit), serta memimpin dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
Secara umum tugas-tugas pokok
pemimpin antara lain:
a.
Melaksanakan fungsi
managerial, yatu berupa kegiatan pokok meliputi:
v Penyusunan
rencana
v Penyusunan
organisasi, pengarahan organisasi, dan pengendalian penilaian
v Pelaporan
b.
Mendorong (memotivasi)
bawahan untuk dapat bekerja dengan giat dan tekun
c.
Membina bawahan agar
dapat memikul tanggung jawab tugas masing-masing secara baik
d.
Membina bawahan agar
dapat bekerja secara efektif dan efisien
e.
Menciptakan iklim kerja
yang baik dan harmonis
f.
Menyusun fungsi
manajemen secara baik
g.
Menjadi penggerak yang
baik dan dapat menjadi sumber kreativitas
h.
Menjadi wakil dalam
membina hubungan dengan pihak luar
5.
Cara-cara memimpin
a.
Beritahu pengawas saat bawahan
melakukan pekerjaan dengan baik
Jika
seseorang melakukan pekerjaan yang luar biasa, beritahu pengawas mereka.
Acapkali komunikasi dengan bertatap muka langsung hasilnya baik bahkan sebuah
e-mailpun bisa efektif.
b.
Bersedia dan
bersemangat untuk bekerjasama dengan tim
Semakin
banyak pemimpin berpartisipasi dalam tim maka akan makin banyak yang akan
melihat seseorang yang diandalkan atau dipercaya
c.
Ambil bagian dalam tim,
namun jangan menjadi diktator
d.
Turut merayakan
pencapaian dan prestasi bawahan
e.
Menyelesaikan masalah
hingga tuntas
f.
Mintalah bantuan kepada
bawahan
g.
Buat acara yang
melibatkan karyawan
h.
Kemukakan saran yang
berguna
i.
Katakan sejujurnya,
jangan memilah-milah kata
j.
Jadilah panutan yang
baik
k.
Perjelas aturan dan
ekspektasi anda
l.
Terima masukan dari
bawahan
6.
Sifat-sifat pemimpin
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu.
1991. Psikologi sosial. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Walgito, Bimo.
2003. Psikologi sosial. Yogyakarta:
Andi`
KEPEMIMPINAN
DALAM KELOMPOK
1.
Pengertian
Pengertian kepemimpinan merupakan suatu
deskripsi tentang kegiatan seseorang yang dinilai sebagai pemimpin, dan
terdapat aspek-aspek:
a.
Posisi sebagai pusat
b.
Peranannya sebagai
pemberi arah
c.
Sebagai penggerak atau
stimulator dari aktivitas atau kegiatan
d.
Memberikan bentuk dalam
kegiatan secara terarah dan jelas
Pengertian kepemimpinan lebih
dititikberatkan pada segi fungsi daripada segi struktur. Berkaitan dengan hal
tersebut, maka pengertian kepemimpinan dapat diberikan makna:
a.
Kepemimpinan merupakan
ciri-ciri aktivitas seseorang yang dapat mempengaruhi pengikutnya
b.
Kepemimpinan merupakan
suatu instrumen untuk dapat melancarkan suatu kegiatan dalam rangka pencapaian
tujuan
Berdasarkan
atas hal-hal tersebut di atas, maka kepemimpinan merupakan sesuatu yang dapat
dipelajari, yaitu dalam menyusun instrumen kepemimpinan. Namun di samping itu
juga merupakan suatu seni bagaimana instrumen tersebut sebaiknya dilakukan.
Dalam masyarakat, khususnya dalam masyarakat yang sedang berkembang , unsur
kharisma dapat ikut menentukan pengakuan seseorang sebagai seorang pemimpin
yang berpengaruh. Bila kharisma tidak dapat disamakan dengan kekuatan atau power yang dapat mempengaruhi
pengikutnya, maka perlu dibedakan kepemimpinan sebagai traits atau sebagai psychological
energy yang timbul dari seorang pemimpin. Dengan dewmikian dapat dirumuskan
bahwa leadership as a power to influence,
dan power of energy ini dapat
mempengaruhi orang lain.
Definisi
kepemipinan menurut para ahli
a.
Menurut Boring,
Langeveld, dan Weld
Kepemimpinan
adalah hubungan dari individu terhadap bentuk suatu kelompok dengan maksud
untuk dapat menyelesaikan beberapa tujuan
b.
Menurut George R.Terry
Kepemimpinan
adalah aktivitas mempengaruhi prang-orang agar dengan suka rela bersedia menuju
kenyataan tujuan bersama
c.
Menurut H.Goldhamer and
EA. Shils
Kepemimpinan
adalah tindakan perilaku yang dapat mempengaruhi tingkah laku orang-orang lain
yang dipimpinnnya
2.
Fungsi kepemimpinan
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat
dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan
kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan
memiliki 2 aspek yaitu :
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi sebagai
Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, dsb.
Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif,
maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan
dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan
berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok
masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan
berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam
situasi sosial keiompok atau organisasinya.
Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki
dua dimensi yaitu:
1) Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.
Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
1) Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinya.
2) Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.
Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:
a. Fungsi instruktif
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang
menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana
(waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat
mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga
fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah
b. Fungsi
konsultatif
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif
sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam
usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi
dengan orang-orang yang dipimpinnya.
c. Fungsi
partisipasi
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin
berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan
keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh
kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang
dijabarkan dari tugas-tugas pokok.
d. Fungsi
delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin
memberikan pelimpahan wewenang membuay atau menetapkan keputusan. Fungsi
delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang
diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara
bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan
perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang
diri.
e. Fungsi
pengendalian
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan
yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam
koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama
secara maksimal. Kemudian menurut
Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi dan mengarahkan
karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi
guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi
mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu,
fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok
bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan
demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya daiam
organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai
pemimpin. Fungsi kepemimpinan yang hakiki adalah :
- Selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha untuk pencapaian tujuan
- Sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak luar.
- Sebagai komunikator yang efektif.
- Sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral
3.
Klasifikasi
kepemimpinan
a.
Kepemimpinan otoriter
Pemimpin
ini menentukan segala-galanya. Semua aktivitas kelompok dijalankan atas
instruksi pemimpin. Pemimpin mengatur dan mendikte anggota, anggota hamya
sebagai pelaksana perintah pemimpin. Anggota tidak pernah diberi tehu tentang
rencana-rencana yang akan dijalankan oleh kelompok. Kedudukan pemimpin
seolah-olah terpisah dari yang dipimpin, sebab pemimpin berhubungan dengan
anggota hanya pada saat memberikan instruksi atau perintah. Pemimpin tidak ikut
serta dalam kegiatan kelompok.
Pemimpin yang otoriter memiliki kekuatan
yang absolut, berbeda dengan pemimpin yang demokratik. Pemimpin otoriter
menentukan kebijaksanaan kelompok, ia sendirilah yang secara penuh menentukan
kegiatan kelompok, mendikte kegiatan anggota serta pola antar hubungan anggota,
membuat keputusan atas hadiah dan hukuman bagi anggota. Oleh karena itu nasib
setia individu di dalam kelompok berada di tangan pemimpin.
b.
Kepemimpinan Demokratis
Pemimpin demokratis berusaha menampilkan
keterlibatan dan keikutsertaan yang maksimum dari setiap anggota dalam kegiatan
kelompok dan dalam menentukan tujuan kelompok. Ia berusaha memberi tanggung
jawab dengan anggotanya. Ia berusaha mendorong dan membuat hubungan antara
individu seluruh kelompok. Ia juga berusaha mencegah berkembangnya struktur
kelompok hirarki yang dikuasai oleh perbedaan status dan hak istimewa.
c.
Kepemimpinan Liberal
Pemimpin pasif, tidak berpartisipasi
dengan kegiatan kelompok. Ia berada diluar kelompok. Pemimpin tidak memimpin
tetapi melepaskan anggota-anggotanya. Ia menyerahkan segala-galanya kepada
anggota. Tidak pernah menegur kesalahan anggotanya tetapi selalu bersikap baik.
4.
Tugas-tugas Pemimpin
Tugas seorang pemimpin meliputi
pengambilan keputusan , menetapkan sasaran dan menyusun kebijaksanaan,
mengorganisasikan dan menempatkan pekerja, mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan
baik vertikal (antara bawahan dan atasan) maupun secara horizontal(antar bagian
atau unit), serta memimpin dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
Secara umum tugas-tugas pokok
pemimpin antara lain:
a.
Melaksanakan fungsi
managerial, yatu berupa kegiatan pokok meliputi:
v Penyusunan
rencana
v Penyusunan
organisasi, pengarahan organisasi, dan pengendalian penilaian
v Pelaporan
b.
Mendorong (memotivasi)
bawahan untuk dapat bekerja dengan giat dan tekun
c.
Membina bawahan agar
dapat memikul tanggung jawab tugas masing-masing secara baik
d.
Membina bawahan agar
dapat bekerja secara efektif dan efisien
e.
Menciptakan iklim kerja
yang baik dan harmonis
f.
Menyusun fungsi
manajemen secara baik
g.
Menjadi penggerak yang
baik dan dapat menjadi sumber kreativitas
h.
Menjadi wakil dalam
membina hubungan dengan pihak luar
5.
Cara-cara memimpin
a.
Beritahu pengawas saat bawahan
melakukan pekerjaan dengan baik
Jika
seseorang melakukan pekerjaan yang luar biasa, beritahu pengawas mereka.
Acapkali komunikasi dengan bertatap muka langsung hasilnya baik bahkan sebuah
e-mailpun bisa efektif.
b.
Bersedia dan
bersemangat untuk bekerjasama dengan tim
Semakin
banyak pemimpin berpartisipasi dalam tim maka akan makin banyak yang akan
melihat seseorang yang diandalkan atau dipercaya
c.
Ambil bagian dalam tim,
namun jangan menjadi diktator
d.
Turut merayakan
pencapaian dan prestasi bawahan
e.
Menyelesaikan masalah
hingga tuntas
f.
Mintalah bantuan kepada
bawahan
g.
Buat acara yang
melibatkan karyawan
h.
Kemukakan saran yang
berguna
i.
Katakan sejujurnya,
jangan memilah-milah kata
j.
Jadilah panutan yang
baik
k.
Perjelas aturan dan
ekspektasi anda
l.
Terima masukan dari
bawahan
6.
Sifat-sifat pemimpin
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu.
1991. Psikologi sosial. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Walgito, Bimo.
2003. Psikologi sosial. Yogyakarta:
Andi`
Komentar
Posting Komentar