metode pembelajaran demonstrasi
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Konsep
pendidikan pada dasarnya membuat siswa memiliki kompetensi tamatan sesuai
jenjang sekolah, yaitu pengetahuan, nilai, sikap, dan kemampuan melaksanakan
tugas atau mempunyai kemampuan untuk mendekatkan dirinya dengan lingkungan
alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya, dan kebutuhan daerah. Sementara
itu, kondisi pendidikan di negara kita dewasa ini, lebih diwarnai oleh
pendekatan yang menitikberatkan pada model belajar konvensional seperti ceramah
sehingga kurang mampu merangsang siswa untuk terlibat aktif dalam proses
belajar mengajar. Suasana belajar seperti itu, semakin menjauhkan peran
pendidikan dalam upaya mempersiapkan warga negara yang baik dan masyarakat yang
cerdas (Djahiri, 1993)
Salah
satu alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk memenuhi
tuntutan tersebut adalah model metode pembelajaran demonstrasi. Yang dimaksud
metode demonstrasi adalah salah satu cara mengajar, di mana guru melakukan
suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil
percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievalusi
oleh guru.
Setiap
orang selalu punya kewajiban untuk melakukan tugas tertentu seperti halnya
seorang guru di tuntut agar menjalankan kewajiban itu sepenuh tanggung jawab.
Setiap kewajiban berisi tugas dan setiap tugas harus di laksanakan. Tugas yang di laksanakan akan dianggap
selesai apabila tujuan yang hendak dicapai sudah terwujud. Seorang guru
tersebut harus merasa yakin bahwa jalan yang harus ditempuhnya untuk sampai
kepada tujuan dapat dilakukan dengan cara atau metode yang tepat dan cocok
untuk diterapkan kepada peserta didiknya.
Adapun
cara atau metode yang terbaik untuk diterapkan itu banyak sekali tergantung
pada karakteristik peserta didik masing-masing, salah satunya adalah metode
demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif dalam
membantu anak didik untuk menjawab kebutuhan belajarnya dengan usaha sendiri
berdasarkan fakta dan data yang jelas dan benar yang diperolehnya dari
demonstrasi.
Metode
Demonstrasi dan Eksperimen ialah suatu upaya pembelajaran atau proses belajar
dengan cara praktek menggunakan peragaan yang di tujukan pada siswa dengan
tujuan agar semua siswa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekkan apa yang telah diperolehnya dan dapat
mengatasi suatu permasalahan yang terjadi sehubungan dengan yang sudah didemonstrasikan.
Karakteristik
metode demonsrtasi dapat dilihat dari keunggulan metode deemonstrasi dan
kelemahan metode demonstrasi. Keunggulanmetode demonstrasi, antara lain: 1)
Perhatian siswa lebih mudah dipusatkan pada proses belajar dan tidak tertuju
pada hal-hal lain; 2) Dapat mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan,
apabila dibandingkan dengan halnya membaca buku karena siswa mengamati langsung
terhadap suatu proses yang jelas; 3) Apabila siswa turut aktif dalam sesuatu
percobaan yang bersifat demonstrative maka anak didik akan memperoleh
pengalaman-pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemampuan anak,
serta dapat mengembangkan kecakapannya.
Kekurangan
metode demonstrasi, diantaranya: 1) Demonstrasi akan menjadi metode yang kurang
tepat apabila alat-alat yang dimonstrasikan tidak memadai atau tidak sesuai
kebutuhan; 2) Demonstrasi menjadi kurang efektif apabila tidak diikuti dengan
sebuah aktivitas dimana siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan tidak dapat
menjadikan aktivitas itu sebagai pengalaman yang berharga; 3) Tidak semua hal
dapat didemonstrasikan di dalam kelas.
- Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang dan topik dalam materi pelajaran yang akan didemonsrtasikan maka
rumusan masalah dalam penulisan makalah ini ialah:
- Kapan dan bagaimanakah metode demonstrasi digunakan dalam pembelajaran di kelas?
- Kapan digunakan metode demonstrasi?
- Bagaimanakah metode Demonstrasi digunakan?
- Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui waktu yang tepat kapan menggunakan
metode demonstrasi materi apa yang dapat didemonstrasikan serta bagaimana cara
menggunakan metode demonstrasi.
BAB II
PEMBAHASAN
- Pengertian Metode
Metode
dapat dikatakan sebagai “a way in achieving something”, yang artinya jalan
untuk meraih sesuatu. Dengan kata lain, metode pembelajaran dapat diartikan
sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah
disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya ceramah; demonstrasi;
diskusi; simulasi; tanya jawab; resitasi; Drill; DIAD; laboratorium; pengalaman
lapangan; brainstorming; debat; simposium, dan sebagainya
Metode
merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam
kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode
digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Strategi
menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode
adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dengan demikian
suatu strategi dapat dilaksanakan dengan berbagai metode.
- Demonstrasi
Demonstrasi
merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode
demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu,
baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian,
demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun
dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi
demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran,
demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran
ekspositori dan inkuiri.
- Definisi Metode Demonstrasi
Metode
Demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas
suatu pengertian atau untuk memperlihatkan pada seluruh kelas tentang suatu
proses atau suatu petunjuk untuk melakukan sesuatu.
Yang
di maksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan
peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana
berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa.
Metode
demonstrasi-Animasi dapat memperjelas pengertian dan konsep tindakan yang harus
dilakukan. Metode tersebut dalam
prakteknya dapat di lakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode
Demonstransi-Animasi cukup baik apabila di gunakan dalam penyampaian bahan
pelajaran tata surya, proses teknis peralatan, alran listrik, atau fiqih,
misalnya bagaiamana cara berwudu, shalat, memandikan orang mati, tawaf pada
waktu haji,dan yang lainnya.
Demonstrasi
merupakan metode yang sangat efektif sebab membantu anak didik untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta yang benar. Metode ini dapat
diterapakan dalam pembelajaran Ilmu Alam, Teknik dan PAI, tetapi, tidak semua
pelajaran PAI bisa didemonstrasikan, misalnya masalah aqidah yang menjelaskan
iman kepada allah, malaikat, surga, neraka dan lai-lain.
- Tujuan dan Kegunaan Metode Demonstrasi
Tujuan
dan kegunaan metode demonstrasi, antara lain:
- Untuk memudahkan penjelasan sebab penggunaan bahasa lebih terbatas.
- Untuk membantu anak dalam memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian.
- Untuk menghindari verbalisme.
- Cocok digunakan apabila akan memberikan keterampilan tertentu.
Demonstrasi
akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak
bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau
penjelasannya tidak jelas. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di
ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi
aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga. Tidak semua hal dapat di
Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang
berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas. Hendaknya dilakukan dalam
hal-hal yang bersifat praktis. Sebagai pendahuluan, berilah pengertian dan
landasan teori dari apa yang akan di demonstrasikan. Adapun sebaiknya dalam
Mendemonstrasikan pelajaran tersebut guru harus terlebih dulu Mendemonstrasikan
dengan sebaik-baiknya, baru di ikuti oleh murid-muridnya yang sesuai dengan
petunjuk.
- Kelebihan dan kelemahan
Adapun
dalam metode demonstran ini memiliki kelebihan dan ada juga kekurangannya
sebagaimana yang akan di paparkan di bawah ini.
- Kelebihan Metode Demonstrasi
ü Melalui
metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa
disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
ü Proses
pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga
melihat peristiwa yang terjadi.
ü Dengan
cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk
membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih
meyakini kebenaran materi pembelajaran.
- Kelemahan Metode Demonstrasi
- Langkah-Langkah Penggunaan Metode Demonstrasi
Langkah-langkah
Menggunakan Metode Demonstrasi
- Tahap Persiapan
Pada
tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan.
- Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
- Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
- Lakukan uji coba demonstrasi.
- Tahap Pelaksanaan
- Langkah pembukaan.
Sebelum
demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya.
Ø Aturlah
tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa
yang didemonstrasikan.
Ø Kemukakan
tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
Ø Kemukakan
tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan
untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
- Langkah pelaksanaan demonstrasi
Ø Mulailah
demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir,
misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga
mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
Ø Ciptakan
suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
Ø Yakinkan
bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi
seluruh siswa.
Ø Berikan
kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai
dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
- Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila
demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan
memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan
demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Dan juga dapat diakhiri
dengan kegiatan diskusi. Dalam diskusi ini dapat diberikan atau diminta
komentar, kritik, saran, atau penjelasan yang berhubungan dengan demonstrasi
yang dilakukan. Diskusi ini penting, terutama jika demonstrasi dilakukan oleh
siswa. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses
demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya
guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi
itu untuk perbaikan selanjutnya
v Kemampuan
guru yang perlu diperhatikan dalam menunjung keberhasilan demonstrasi di
antaranya:
- Mampu secara proses tentang topik yang dipraktekkan.
- Mampu mengelola kelas, menguasai siswa secara menyeluruh.
- Mampu menggunakan alat bantu yang digunakan.
- Mampu melaksanakan penilaian proses
v Kondisi
dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan untuk menunjang demonstrasi,
diantaranya adalah:
- Siswa memiliki motivasi, perhatian dan minat terhadap topik yang didemonstrasikan.
- Memahami tentang tujuan/maksud yang akan didemonstrasikan.
- Mampu mengamati proses yang dilakukan oleh guru.
- Mampu mengidentifikasi kondisi dan alat yang digunakan dalam demonstrasi
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Pembelajaran
dengan demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar
siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam materi
pelajaran yang didemonstrasikan. Penerapan metode metode pembelajaran
demonstrasi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa,
rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan
metode metode pembelajaran demonstrasi sehingga mereka menjadi termotivasi
untuk belajar.
Metode
demonstrasi adalah salah satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk
memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan
sesuatu dengan jalan mendemonstrasikan terlebih dulu kepada siswa. Metode ini dapat menghilangkan
varbalisme sehingga siswa akan semakin memahami materi pelajaran. Akan tetapi
ada beberapa hal yang perlu di perhatikan seperti ketersediaan alat peraga agar
metode ini dapat berjalan dengan efektif dan efesien.
- Saran
Dari
hasil pengamatan penulis di kelas agar proses belajar mengajar dengan demonstrasi lebih efektif dan lebih
memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai
berikut:
- Untuk melaksanakan metode demonstrasi memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model demonstrasi dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
- Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
- Perlu adanya penelitian yang lebih khusus dalam pengunaan metode demonstrasi ini, karena pembelajaran dengan metode ini hanya cocok pada kondisi tertentu saja.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi.(1997). Dasar-dasar
evaluasi pendidikan : Aplikasi dan penerapannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Depdikbud.(1994). Kurikulum berbasis
kompetensi dalam menunjang kecakapan hidup siswa, Jakarta,Bina aksara.
Djahiri, (1993).Landasan falsafah dan
teori teknologi pendidikan, Media Kencana, IKIP Jakarta.
Gunawan, Ary H., 1986,
Kebijakan-kebijakan Pendidikan di Indonesia, Jakarta: Bina Aksara.
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Konsep
pendidikan pada dasarnya membuat siswa memiliki kompetensi tamatan sesuai
jenjang sekolah, yaitu pengetahuan, nilai, sikap, dan kemampuan melaksanakan
tugas atau mempunyai kemampuan untuk mendekatkan dirinya dengan lingkungan
alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya, dan kebutuhan daerah. Sementara
itu, kondisi pendidikan di negara kita dewasa ini, lebih diwarnai oleh
pendekatan yang menitikberatkan pada model belajar konvensional seperti ceramah
sehingga kurang mampu merangsang siswa untuk terlibat aktif dalam proses
belajar mengajar. Suasana belajar seperti itu, semakin menjauhkan peran
pendidikan dalam upaya mempersiapkan warga negara yang baik dan masyarakat yang
cerdas (Djahiri, 1993)
Salah
satu alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk memenuhi
tuntutan tersebut adalah model metode pembelajaran demonstrasi. Yang dimaksud
metode demonstrasi adalah salah satu cara mengajar, di mana guru melakukan
suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil
percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievalusi
oleh guru.
Setiap
orang selalu punya kewajiban untuk melakukan tugas tertentu seperti halnya
seorang guru di tuntut agar menjalankan kewajiban itu sepenuh tanggung jawab.
Setiap kewajiban berisi tugas dan setiap tugas harus di laksanakan. Tugas yang di laksanakan akan dianggap
selesai apabila tujuan yang hendak dicapai sudah terwujud. Seorang guru
tersebut harus merasa yakin bahwa jalan yang harus ditempuhnya untuk sampai
kepada tujuan dapat dilakukan dengan cara atau metode yang tepat dan cocok
untuk diterapkan kepada peserta didiknya.
Adapun
cara atau metode yang terbaik untuk diterapkan itu banyak sekali tergantung
pada karakteristik peserta didik masing-masing, salah satunya adalah metode
demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif dalam
membantu anak didik untuk menjawab kebutuhan belajarnya dengan usaha sendiri
berdasarkan fakta dan data yang jelas dan benar yang diperolehnya dari
demonstrasi.
Metode
Demonstrasi dan Eksperimen ialah suatu upaya pembelajaran atau proses belajar
dengan cara praktek menggunakan peragaan yang di tujukan pada siswa dengan
tujuan agar semua siswa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekkan apa yang telah diperolehnya dan dapat
mengatasi suatu permasalahan yang terjadi sehubungan dengan yang sudah didemonstrasikan.
Karakteristik
metode demonsrtasi dapat dilihat dari keunggulan metode deemonstrasi dan
kelemahan metode demonstrasi. Keunggulanmetode demonstrasi, antara lain: 1)
Perhatian siswa lebih mudah dipusatkan pada proses belajar dan tidak tertuju
pada hal-hal lain; 2) Dapat mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan,
apabila dibandingkan dengan halnya membaca buku karena siswa mengamati langsung
terhadap suatu proses yang jelas; 3) Apabila siswa turut aktif dalam sesuatu
percobaan yang bersifat demonstrative maka anak didik akan memperoleh
pengalaman-pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemampuan anak,
serta dapat mengembangkan kecakapannya.
Kekurangan
metode demonstrasi, diantaranya: 1) Demonstrasi akan menjadi metode yang kurang
tepat apabila alat-alat yang dimonstrasikan tidak memadai atau tidak sesuai
kebutuhan; 2) Demonstrasi menjadi kurang efektif apabila tidak diikuti dengan
sebuah aktivitas dimana siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan tidak dapat
menjadikan aktivitas itu sebagai pengalaman yang berharga; 3) Tidak semua hal
dapat didemonstrasikan di dalam kelas.
- Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang dan topik dalam materi pelajaran yang akan didemonsrtasikan maka
rumusan masalah dalam penulisan makalah ini ialah:
- Kapan dan bagaimanakah metode demonstrasi digunakan dalam pembelajaran di kelas?
- Kapan digunakan metode demonstrasi?
- Bagaimanakah metode Demonstrasi digunakan?
- Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui waktu yang tepat kapan menggunakan
metode demonstrasi materi apa yang dapat didemonstrasikan serta bagaimana cara
menggunakan metode demonstrasi.
BAB II
PEMBAHASAN
- Pengertian Metode
Metode
dapat dikatakan sebagai “a way in achieving something”, yang artinya jalan
untuk meraih sesuatu. Dengan kata lain, metode pembelajaran dapat diartikan
sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah
disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya ceramah; demonstrasi;
diskusi; simulasi; tanya jawab; resitasi; Drill; DIAD; laboratorium; pengalaman
lapangan; brainstorming; debat; simposium, dan sebagainya
Metode
merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam
kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode
digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Strategi
menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode
adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dengan demikian
suatu strategi dapat dilaksanakan dengan berbagai metode.
- Demonstrasi
Demonstrasi
merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode
demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu,
baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian,
demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun
dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi
demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran,
demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran
ekspositori dan inkuiri.
- Definisi Metode Demonstrasi
Metode
Demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas
suatu pengertian atau untuk memperlihatkan pada seluruh kelas tentang suatu
proses atau suatu petunjuk untuk melakukan sesuatu.
Yang
di maksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan
peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana
berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa.
Metode
demonstrasi-Animasi dapat memperjelas pengertian dan konsep tindakan yang harus
dilakukan. Metode tersebut dalam
prakteknya dapat di lakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode
Demonstransi-Animasi cukup baik apabila di gunakan dalam penyampaian bahan
pelajaran tata surya, proses teknis peralatan, alran listrik, atau fiqih,
misalnya bagaiamana cara berwudu, shalat, memandikan orang mati, tawaf pada
waktu haji,dan yang lainnya.
Demonstrasi
merupakan metode yang sangat efektif sebab membantu anak didik untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta yang benar. Metode ini dapat
diterapakan dalam pembelajaran Ilmu Alam, Teknik dan PAI, tetapi, tidak semua
pelajaran PAI bisa didemonstrasikan, misalnya masalah aqidah yang menjelaskan
iman kepada allah, malaikat, surga, neraka dan lai-lain.
- Tujuan dan Kegunaan Metode Demonstrasi
Tujuan
dan kegunaan metode demonstrasi, antara lain:
- Untuk memudahkan penjelasan sebab penggunaan bahasa lebih terbatas.
- Untuk membantu anak dalam memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian.
- Untuk menghindari verbalisme.
- Cocok digunakan apabila akan memberikan keterampilan tertentu.
Demonstrasi
akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak
bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau
penjelasannya tidak jelas. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di
ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi
aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga. Tidak semua hal dapat di
Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang
berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas. Hendaknya dilakukan dalam
hal-hal yang bersifat praktis. Sebagai pendahuluan, berilah pengertian dan
landasan teori dari apa yang akan di demonstrasikan. Adapun sebaiknya dalam
Mendemonstrasikan pelajaran tersebut guru harus terlebih dulu Mendemonstrasikan
dengan sebaik-baiknya, baru di ikuti oleh murid-muridnya yang sesuai dengan
petunjuk.
- Kelebihan dan kelemahan
Adapun
dalam metode demonstran ini memiliki kelebihan dan ada juga kekurangannya
sebagaimana yang akan di paparkan di bawah ini.
- Kelebihan Metode Demonstrasi
ü Melalui
metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa
disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
ü Proses
pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga
melihat peristiwa yang terjadi.
ü Dengan
cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk
membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih
meyakini kebenaran materi pembelajaran.
- Kelemahan Metode Demonstrasi
- Langkah-Langkah Penggunaan Metode Demonstrasi
Langkah-langkah
Menggunakan Metode Demonstrasi
- Tahap Persiapan
Pada
tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan.
- Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
- Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
- Lakukan uji coba demonstrasi.
- Tahap Pelaksanaan
- Langkah pembukaan.
Sebelum
demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya.
Ø Aturlah
tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa
yang didemonstrasikan.
Ø Kemukakan
tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
Ø Kemukakan
tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan
untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
- Langkah pelaksanaan demonstrasi
Ø Mulailah
demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir,
misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga
mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
Ø Ciptakan
suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
Ø Yakinkan
bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi
seluruh siswa.
Ø Berikan
kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai
dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
- Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila
demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan
memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan
demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Dan juga dapat diakhiri
dengan kegiatan diskusi. Dalam diskusi ini dapat diberikan atau diminta
komentar, kritik, saran, atau penjelasan yang berhubungan dengan demonstrasi
yang dilakukan. Diskusi ini penting, terutama jika demonstrasi dilakukan oleh
siswa. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses
demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya
guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi
itu untuk perbaikan selanjutnya
v Kemampuan
guru yang perlu diperhatikan dalam menunjung keberhasilan demonstrasi di
antaranya:
- Mampu secara proses tentang topik yang dipraktekkan.
- Mampu mengelola kelas, menguasai siswa secara menyeluruh.
- Mampu menggunakan alat bantu yang digunakan.
- Mampu melaksanakan penilaian proses
v Kondisi
dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan untuk menunjang demonstrasi,
diantaranya adalah:
- Siswa memiliki motivasi, perhatian dan minat terhadap topik yang didemonstrasikan.
- Memahami tentang tujuan/maksud yang akan didemonstrasikan.
- Mampu mengamati proses yang dilakukan oleh guru.
- Mampu mengidentifikasi kondisi dan alat yang digunakan dalam demonstrasi
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Pembelajaran
dengan demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar
siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam materi
pelajaran yang didemonstrasikan. Penerapan metode metode pembelajaran
demonstrasi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa,
rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan
metode metode pembelajaran demonstrasi sehingga mereka menjadi termotivasi
untuk belajar.
Metode
demonstrasi adalah salah satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk
memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan
sesuatu dengan jalan mendemonstrasikan terlebih dulu kepada siswa. Metode ini dapat menghilangkan
varbalisme sehingga siswa akan semakin memahami materi pelajaran. Akan tetapi
ada beberapa hal yang perlu di perhatikan seperti ketersediaan alat peraga agar
metode ini dapat berjalan dengan efektif dan efesien.
- Saran
Dari
hasil pengamatan penulis di kelas agar proses belajar mengajar dengan demonstrasi lebih efektif dan lebih
memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai
berikut:
- Untuk melaksanakan metode demonstrasi memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan model demonstrasi dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
- Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
- Perlu adanya penelitian yang lebih khusus dalam pengunaan metode demonstrasi ini, karena pembelajaran dengan metode ini hanya cocok pada kondisi tertentu saja.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi.(1997). Dasar-dasar
evaluasi pendidikan : Aplikasi dan penerapannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Depdikbud.(1994). Kurikulum berbasis
kompetensi dalam menunjang kecakapan hidup siswa, Jakarta,Bina aksara.
Djahiri, (1993).Landasan falsafah dan
teori teknologi pendidikan, Media Kencana, IKIP Jakarta.
Gunawan, Ary H., 1986,
Kebijakan-kebijakan Pendidikan di Indonesia, Jakarta: Bina Aksara.
Komentar
Posting Komentar