motivasi belajar




MOTIVASI BELAJAR

1.      Pengertian Motivasi Belajar
a.       Definisi Motivasi
Motivasi merupakan adanya dorongan di dalam diri untuk melakukan sesuatu. Motivasi diartikan secara berbeda oleh beberapa ahli. Menurut As'ad (1998) motivasi adalah suatu pemberian motif atau hal yang diberikan motif. Hal itu diberikan agar seseorang menjadi mempunyai motivasi. Menurut Mitchell (dikutip dalam Winardi,2002) "motivasi mewakili proses-proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya, dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela (volunteer) yang diarahkan ke tujuan tertentu."

b.      Definisi Belajar
Belajar merupakan salah satu hal yang pernah dilakukan setiap manusia. Belajar adalah hal yang dilakukan seseorang untuk mengetahui dan mempelajari sesuatu. Belajar adalah kegiatan yang mengubah tingkah laku melalui latihan dan pengalaman sehingga menjai lebih baik sebagai hasil dari penguatan yang dilandasi untuk mencapai tujuan. Sejak kecil pun manusia sudah mulai belajar. Manusia sudah mulai belajar berjalan, berbicara, dan lain- lain dari umur yang masih sangat kecil.

c.       Definisi Motivasi Belajar
Motivasi Belajar merupakan dorongan yang ada untuk mempelajari sesuatu. Motivasi belajar adalah hal yg perlu dilakukan di dalam kegiatan belajar, menurut Winkels (1987) motivasi belajar merupakan motivasi yang diberikan dalam kegiatan belajar pada anak, agar kegiatan belajar berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan. Motivasi pembelajaran adalah daya penggerak dari dalam diri individu untuk melakukan kegiatan belajar untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman. Motivasi dapat tumbuh karena adanya keinginan seseorang untuk dapat mengetahui dan memahami sesuatu serta mengarahkan minat belajar seseorang sehingga ingin sungguh-sungguh dalam belajar dan termotivasi untuk mencapai prestasi yang baik.

2.      Minat dan Motivasi
a.       Pengertian Minat
Membahas tentang minat, tidak lepas dari kejiwaan manusia. Oleh karena minat adalah salah satu Marksheffel dalam bukunya yang aspek piskis yang ada pada setiap manusia. Apalagi seseorang menaruh minat terhadap sesuatu, maka orang tersebut akan berusaha dengan sekuat mungkin untuk memperoleh yang di inginkannya. Upaya-upaya yang di lakukan orang tersebut dapat terjadi karena karena adanya dorongan lewat minat yang dimilikinya. Dengan demikian minat adalah motor penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan yang di cita-citakan.
Untuk mengetahui dengan jelas masalah minat tersebut, berikut ini akan dikemukakan beberapa pendapat tentang pengertian minat oleh para ahli sebagai berikut.
1.      Slameto (1988;183) mengemukakan bahwa:
Minat adalah suatu rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyeluruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan suatu hubungan antara diri sendiri dan suatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.
2.      Cony Setiawan (1988;61)
Minat (interest) adalah keadaan yang menghasilkan respon terarah terhadap suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan suatu kepuasaan kepadanya (startiesrs). Demikian juga minat dapat menumbulkan sikap yang merupakan suatu kesiapan berbuat bila ada stimulasi sesuai dan keadaan tersebut.
Dapat disimpulkan  minat adalah kesediaan jiwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, atau dengan kata lain bahwa minat itu mengarah kepada pemusatan perhatian secara maksimal untuk memperoleh tujuan yang diinginkan.
a.       Pengaruh Minat Terhadap Siswa Dalam Belajar
Telah dijelaskan di atas bhwa minat adalah keinginan jiwa terhadap suatu objek dengan tujuan untuk mencapai sesuatu yang di cita-citakan tersebut. Hal ini menggambarkan bahwa seseorang tidak akan mencapai tujuan yang dicita-citakan apabila dalam diri orang tersebut tidak terdapat minat atau keinginan untuk mencapai tujuan yang dicita-citakannya itu.
Hubungan minat dengan kegiatan belajar, minat menjadi motor penggerak untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tanpa dengan minat, tujuan belajar tidak akan tercapai. Untuk mengetahui lebih jelas pengaruh minat terhadap siswa dahulu penulis mengemukakan pendapat para ahli tentang belajar itu sendiri.
Secara umum belajar dapat di artikan sebagai proses perubahan perilaku akibat interaksi individu dengan lingkungannya.
Ø  Abu Ahmadi (1978;10) mengemukakan pendapatnya sebagai berikut;
Murid belajar dengan seluruh tenaga dan jiwanya, tidak hanya dengan pikirannya saja. Setelah guru menyajikan bahan pelajaran dengan segala macam upaya dan usaha maka sekarang tugas anak untuk mengolah bahan pelajaran, mengingatnya dan mempergunakannya pada waktu ia berfikir di dalam seluruh kehidupannya.
Ø  Slameto (1988;2) berpendapat bahwa;
Belajar adalah suatu proses usaha yang di lakukan individu untuk mendapat suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu secara sendiri dalam inetraksi lingkungannya.
Dapat disimpulkan  bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman inddividu dalam berinterksi dan lingkungannya. Dapat pula dikatakan bahwa belajar adalah kegiatan yang melibatkan seluruh komponen badan termasuk fisik dan piskis. Kegiataan tersebut dilakukan secara aktif dan di sengaja dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuan dan pengetahuan yang baru.
b.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar
1)      Faktor Internal
W. Nugroho (2007, 37) faktor internal adalah merupakan sebuah dorongan yang berada dalam diri anak sendiri. Faktor inilah yang mendorong peserta didik untuk mencapai sesuatu apabila dalam dirinya tidak ada dorongan atau motivasi maka anak pun pasti mencapai sesuatu. Pemberian dorongan dan motivasi ini harus selalu diberikan oleh orang-orang yang berada disekitar peserta didik seperti orang tua dan guru, sehingga peserta didik dapat menimbulkan semangat untuk terus belajar.
Ø  Faktor Biologis
Ø  Faktor Kesehatan
Arianto Sam (2009: 34) kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap kemamuan belajar, bila seseorang kesehatannya terganggu misalkan sakit pilek, demam, pusing, batuk dan sebagainya. Dapat mengakibatkan cepat lelah, tidak bergairah, dan tidak bersemangat belajar.
Demikian halnya jika kesehatan rohani (jiwa) seseorang kurang baik misalnya mengalami perasaan kecewa atau sebab lainnya, ini bisa mengganggu atau mengurangi semangat belajar. Oleh karena tiu, pemeliharaan kesehatan sangat penting bagi setiap orang, baik fisik maupun mental, agar badan tetap kuat, pikiran selalu segar dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar.
Ø  Cacat Tubuh
Cacat tubuh adalah suatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh. Cacat tubuh seperti buta, tuli, patah kaki, lumpuh dan sebagainya bisa mempengaruhi belajar siswa. Sebenarnya jika hal ini terjadi hendaknya anak atau siswa tersebut di lembagakan pendidikan khusus supaya dapat menghindari atau mengurangi kecacatannya.
Ø  Faktor Psikologis
·         Perhatian
Untuk mencapai hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan atau materi pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka minat belajar pun rendah, jika begitu akan timbul kebosanan, siswa tidak bergairah belajar, dan bisa jadi siswa tidak lagi sukar belajar.
·         Kesepian
Kesiapan menurut James Drever yang dikutip oleh Arianto Sam (3 Januari 2009) adalah prepanednesto respond or reach. Kesiapan adalah kesediaan untuk memberikan respons atau bereaksi kesediaan itu timbul dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan kecakapan. Kesiapan ini perlu perlu di perhatikan dalam proses belajar mengajar, seperti halnya jika kita mengajar ilmu filsafat kepada anak-anak yang baru duduk di bangku sekolah menengah, anak tersebut tidak akan mampu memahami atau menerimanya. Ini disebabkan pertumbuhan mentalnya belum matang untuk menerima pelajaran tersebut.
Jadi menganjurkan sesuatu itu berhasil jika taraf pertumbuhan pribadi telah memungkinkannya, petensi-potensi jasmani dan rohaninya telah matang untuk menerima karena jika siswa atau anak yang belajar itu sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya pun akan lebih baik dari pada anak yang belum ada kesiapan.
Ø  Bakat atau Intelegensi
Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar, misalkan orang berbakat menyanyi, suara, nada lagunya terdengar lebih merdu dibanding dengan orang yang tidak berbakat menyanyi.
Bakat bisa mempengaruhi belajar, jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakat, maka siswa akan berminat terhadap pelajaran tersebut, begitu juga intelegensi, orang yang memiliki intelegensi (IQ) tinggi, umumnya mudah belajar dan hasilnya pun cenderung baik, sebaluknya jika seseorang yang “IQ”nya rendah akan mengalami kesukaran dalam belajar.
Jadi kedua aspek kejiwaan ini besar sekali pengaruhnya terhadap minat belajar dan keberhasilan belajar. Bila seseorang memilki intelegensi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses beljarnya akan lancer dan sukses di banding orang yang memilki “IQ” rendah dan berbakat , kedua aspek tersebut hendaknya seimbang, agar tercapai tujuan yang hendak dicapai.
2)      Faktor Eksternal
Arianto Sam (2009: 30) terdapat beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi minat belajar siswa adalah faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Uraian berikut akan membahas ketiga faktor tersebut.
a.       Faktor Keluarga
Minat belajar siswa bisa dipengaruhi oleh keluarga seperti cerah orang tua mendidik, suasana rumah dan keadaan ekonomi keluarga. Akan diuraikan sebagai berikut:
§  Cara orang tua mendidik
Cara orang tua mendidik sangat besar pengaruhnya terhadap belajar anak. Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Jika orang tua tidak memperhatikan pendidikan anaknya (acuh tak acuh terhadap belajar anaknya) seperti tidak mengatur waktu belajar, tidak melengkapi alat belajarnya dan tidak memperhatikan apakah anaknya belajar atau tidak, semua ini berpengaruh pada semangat belajar anaknya, bisa jadi anaknya tersebut malas dan tidak bersemangat belajar. Hasil yang di dapatkannya pun tidak memuaskan bahkan mungkin gagal dalam studinya.



DAFTAR PUSTAKA
Natsir. 2013. Motivasi Persuasi. Padang. UNP Press.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

motivasi berprestasi

langkah penilaian penilaian program PLS