pembinaan life skill
PROGRAM PEMBINAAN LIFE SKILL
IBU-IBU RUMAH TANGGA DI PKBM FARILLA ILMI
KETERAMPILAN MEMBUAT KERIPIK CUMI
Di Kampung KB Bangau Putih Kec Koto
Tangah, Kota Padang
Oleh
Kelompok VII:
YUSNA
(15005038)
AVIA
NOLA P.S ( 15005081)
CICI
DARMISA (15005040)
RESTU
PUTRI (15005096)
JURUSAN
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
PROGRAM PEMBINAAN LIFE SKILL
IBU-IBU RUMAH TANGGA DI PKBM FARILLA ILMI
KETERAMPILAN MEMBUAT KERIPIK CUMI
Di Kampung KB Kec Koto Tangah, Kota
Padang
A. Latar belakang
Di
Kampung KB Kec Koto Tangah, Kota Padang. Banyak ibu-ibu rumah tangga dan remaja
yang menganggur, begitupun Mata pencaharian masyarakat pada umumnya ialah
nelayan. Lebih kurang 80 kepala keluarga menggantungkan hidup mereka dari hasil
nelayan/laut. Dan hasil tangkapan mereka yang paling banyak yaitu ikan dan cumi. Umumnya masyarakat Kampung KB Bangau Putih
setelah panen ikan dan cumi, mereka akan langsung menjual dan mengolah olahan
ikan dan cumi tersebut, namun kebanyakan hanya di jual kepasar-pasar dan di
olah untuk sambal di rumah, padahal Cumi tersebut bisa dimanfaatkan untuk
beberapa olahan yang ekonomis.
Permasalahan yang di
alami oleh para masyarakat Kampung KB Bangau Putih yaitu, mereka belum tau cara
mengolah Cumi menjadi makanan olahan lain selain dijual mentah. Sehingga banyak
para nelayan Kampung KB ini ketika musim panen tiba, dan hasil panen Cumi
melimpah ruah karena banyak saingan Nelayan Cumi lainnya, harga Cumi menjadi
turun dan terkadang Cumi hanya terbuang sia-sia karena tidak ada yang membeli.
Agar
hasil panen cumi masyarakat Kampung KB Bangau Putih bisa mendapatkan pendapatan
yang tinggi maka mereka butuh keterampilan bagaimana cara mengolah Cumi menjadi
produk rumahan yang berkualitas dan bernilai ekonomis.
B. Perumusan Masalah
Untuk
mengatasi permasalahan yang dihadapi, maka Masyarakat Kampung Kb yang suami nya
nelayan, di berikan pelatihan tentang
cara mengolah Cumi menjadi keripik Cumi. Tujuan dari pelatihan tersebut
yaitu, masyarakat mampu mengelolah atau mempunyai keterampilan dalam mengolah Cumi
menjadi keripik Cumi
Sehingga Cumi
dari hasil panen nelayan suaminya bisa terkelola dengan maksimal. Dan juga
ekonomi masyarakat bisa lebih baik lagi dari sebelumnya
C.
Tujuan
Program
Maksud dan tujuan dari program
pelatihan ini yaitu memberikan keterampilan kepada masyarakat agar mereka bisa
mengolah Cumi hasil nelayan suaminya menjadi olahan jajanan yang bercita rasa
tinggi sperti keripik cumi. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan
yang sesuai dengan hasil kerja mereka.
D.
Unsur-unsur
program
a. Warga
Belajar
Dalam program pelatihan pembuatan keripik
Cumi ini yang menjadi warga belajarnya adalah para ibu rumah tangga
dan
remaja perempuan yang belum mendapatkan pekerjaan tetap, yang terdiri dari 20 orang.
b. Sumber
belajar
Sumber belajar adalah orang yang merasa
bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan manusia yang ada di
lingkungannya. Dalam pelaksanaan pelatihan ini yang menjadi sumber belajar atau
instruktur pelatihan keterampilan adalah Tutor
Life Skill di PKBM Farilla Ilmi keripik Cumi.
c. Program/kurikulum
Program pelatihan yang diberikan berupa
keterampilan pembuatan keripik cumi, dan juga para
warga belajar dilatih memasarkannya, baik melalui jual beli tatap muka atau
melaui internet.
d. Panti
belajar
Adalah tempat di mana dimungkinkan
terjadi proses pembelajaran dapat berwujud
rumah atau bangunan yang tidak digunakan lagi namun masih memungkinkan
digunakan. Dalam program pelatihan ini yang digunakan sebagai panti belajar adalah Aula PKBM Farilla Ilmi
di Kampung KB Bangau Putih, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang
e. Sarana
dan prasarana
Adalah bahan yang ada dilingkungan
masyarakat, yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Sarana belajar dalam wujudnya dapat berbentuk
buku, lembaran:
a.
Peralatan :
1.
Pisau.
2.
Pengiris .
3.
Wajan/ember
4.
Panci
5.
Lokal
6.
Meja 1 buah
7.
Papan tulis
b.
Bahan belajar : Cumi, Tepung dan Minyak
goreng,
f.
Dana belajar
Adalah uang
atau materi lainnya yang dapat menunjang pelaksanaan program pembelajaran yang
telah disusun oleh penyelenggara program bersama sumber belajar. Dana belajar
dapat bersumber dari pemerintah, tokoh masyarakat, maupun yang bersumber dari
warga belajar sendiri ataupun dari warga masyarakat secara umum. Dalam
pelaksanaan program pelatihan
keterampilan pembuatan keripik jagung aneka rasa ini sumber dana berasal
dari proposal bantuan dana dari PT.
Semen Padang dan PT. Pertamina Kota Padang. Dan juga dana diperoleh dari iyuran
warga belajar per-pertemuan.
Sumber dana : bantuan dari proposal PT. Semen
Padang dan PT. Pertamina Kota Padang.
Kegunaan : Pisau Stainles Steel Rp.1.200.000
meja
Rp. 700.000
pengering Rp. 200.000
panci dan wajan Rp.
220.000
sendok dan penyaring gorengan Rp. 100.000
kompor dan tabung gas Rp.
1.300.000
bahan – bahan Rp. 400.000
honor instruktur Rp. 600.000
snack instruktur Rp. 50.000
Total
Rp. 4.770.000
g.
Ragi belajar
Adalah
ransangan yang mampu membangkitkan semangat belajar Warga Belajar sehingga
proses pembelajaran terjadi, ragi belajar merupakan kekuatan yang dahsyat baik
bersumber dari luar diri warga belajar maupun yang sebenarnya ada dalam diri
warga belajar yang menyebabkan Warga Belajar menjadi senang, gembira dan gigih
untuk terus belajar dan berkarya dengan hasil olahan dari tangkapan suami dan
ayahnya ketika melaut.
h.
Lokasi penyelenggaraan program pelatihan keterampilan
pembuatan keripik Cumi.
Lokasi
pelaksanaan pelatihan keterampilan pembuatan keripik Cumi adalah di PKBM
Farilla Ilmi, Kampung KB Bangau Putih, Kec. Koto Tangah, Kota Padang
i.
Metode pembelajaran
1.
Metodeh ceramah
Dalam metode ini, warga belajar di
perkenalkan bahan-bahan, alat dan juga cara dalam membuat keripik Cumi.
2. Metode
praktek
Dalam metoda ceramah
yang telah dijelaskan oleh instruktur, dalam metode praktek instruktur langsung
memperagakan dan mencontohkan cara membuat keripik Cumi tersebut.
j.
Evaluasi
Bagi
para warga belajar yang mengikuti
program pelatihan keterampilan pembuatan keripik Cumi cara mengevaluasinya
yaitu, mereka disuruh membuat prodak sendiri dan disuruh memasarkan juga baik
secara langsung atau melalui internet.
INFORMASI
PROGRAM
Program
pelatihan keterampilan pembuatan Keripik Cumi ini termasuk dalam salah satu
program Pendidikan Luar Sekolah. Menurut UU RI NO. 20 Tahun 2003 bab V pasal
(26) ayat 4 yang menyatakan bahwa “ satuan pendidikan non formal terdiri atas
lembaga kursus, lembaga pelatihan , kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta
satuan pendidikan yang sejenis”.
Pemberian
keterampilan kepada warga belajar termasuk dalam tujuan PLS itu sendiri. Hal
ini di dukung dengan Tujuan PLS PP No 73 Tahun 1991 tentang PLS (Depdikbud
1999) secara jelas akan diterangkan sebagai berikut:
1. Melayani
warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanjang
hayatnya guna meningkatkan martabat dan mutu pendidikan.
2. Membina
warga belajar agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental yang
diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah, atau melanjutkan
ke tingkat atau jenjeng pendidikan yang lebih tinggi.
3. Menurut
kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat terpenuhi dalam jalur pendidikan sekolah
pasal 26 ayat 5 Undang Undang Nomor 20 tahun
2003, dijelaskan bahwa “kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan
berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada
penguasaan keterampilan, standar kompetensi, pengembangan sikap kewirausahaan
serta pegembang kepribadian profesional.
Selain
dalam Undang-Undang diatas Dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003
pasal 26 ayat 5 juga dijelaskan bahwa “kursus dan pelatihan di selenggarakan
dengan tujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup
dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan diri, mengmbangkan profesi,
bekerja usaha madiri atau melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi,
kepada masyarakat yang membutuhkan”
INSTRUMEN
PENILAIAN PROGRAM
PELATIHAN
KETERAMPILAN MEMBUAT
KERIPIK CUMI
DI
PKBM FARILLA ILMI, KAMPUNG KB BANGAU PUTIH, KEC. KOTO TANGAH
KOTA
PADANG 2017
1. Keterangan:
SB :
Sangat Baik
B : Baik
C : Cukup
K : Kurang
SK : Sangat Kurang
|
NO.
|
PERNYATAAN
|
SB
|
B
|
C
|
K
|
SK
|
|
A.
|
Warga
Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Kesungguhan
warga belajar dalam mengikuti Program pelatihan membuat keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
2. Kedisiplinan warga belajar dalam mengikuti
Program pelatihan membuat kripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
3.
Keterampilan
warga belajar dalam mengikuti Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4. Penguasaan materi warga belajar selama
mengikuti Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
5.
Partisipasi
warga belajar dalam mengikuti Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
B.
|
Sumber Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Variasi
sumber belajar yang digunakan dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
|
√
|
|
|
|
|
2. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
3.
Mutu
sumber belajar yang digunakan dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4. Penggunaan sumber belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
5.
Pemilihan
sumber belajar yang digunakan dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
C.
|
Sarana
Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Kualitas
sarana belajar yang digunakan dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
2. Penggunaan sarana belajar yang digunakan dalam
pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
3.
Kuantitas
sarana belajar yang digunakan dalam pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
4. Variasi sarana belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
D.
|
Tempat
Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Kualitas tempat belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
2.
Kuantitas
tempat belajar yang digunakan dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
3. Posisi tempat belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4.
Pemanfaatan
tempat belajar yang digunakan dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
5. Pemeliharaan tempat belajar yang digunakan
dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
|
√
|
|
|
|
E.
|
Dana
Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Jumlah dana belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
2.
Penggunaan
dana belajar dalam pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
|
√
|
|
|
|
|
3. Jenis sumber dana belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
|
√
|
|
|
|
|
4.
Pengelolaan
dana belajar dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
5. Pembukuan dana belajar dalam Program pelatihan
membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
F.
|
Ragi
Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Variasi ragi belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
2.
Penggunaan
ragi belajar yang digunakan dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
3. Penguasaan ragi belajar yang digunakan dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4.
Kontribusi
ragi belajar yang digunakan dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
|
5. Keterampilan menggunakan ragi belajar dalam
Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
G.
|
Hasil
Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Penguasaan Hasil belajar dalam bentuk pengetahuan
|
|
√
|
|
|
|
|
|
2.
Penguasaan
Hasil belajar dalam bentuk keterampilan
|
|
√
|
|
|
|
|
|
3. Pengamplikasian hasil belajar yang diperolah
dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4.
Pemanfaatan
hasil belajar yang diperolah dalam Program pelatihan membuat Keripik Cumi
|
|
√
|
|
|
|
|
H.
|
Program
Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Dalam penyusunan program
melibatkan Pengelola PKBM dan Tutor
|
√
|
|
|
|
|
|
|
2.
Menentukan jadwal
pelaksanaan program belajar.
|
√
|
|
|
|
|
|
|
3.
Mengorganisasikan
pelaksanaan program layanan yang telah dibuat.
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4.
menyimpan dokumen program
PKBM setelah melakukan kegiatan
5. menyediakan absensi pelaksanaan program
|
√
|
|
|
|
|
|
I.
|
Pamong Belajar
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
pamong belajar
melaksanakan pengkajian program dan pengembangan model
|
|
√
|
|
|
|
|
|
2.
memiliki kompetensi pamong
belajar
|
|
√
|
|
|
|
|
|
3.
memiliki strategi
pemecahan masalah
|
√
|
|
|
|
|
|
|
4.
memiliki pendekatan yang
menyeluruh untuk menyelesaikan permasalahan
|
|
|
√
|
|
|
|
|
5.
telah profesional
|
|
|
√
|
|
|
|
J
|
Metode pembelajaran
|
|
|
|
|
|
|
|
1. warga
belajar lebih aktif diskusi kelompok
|
|
√
|
|
|
|
|
|
2.
warga belajar bisa menjawab pertanyaan tutor
|
|
|
√
|
|
|
|
|
3. Menambah
pengetahuan warga belajar
|
|
√
|
|
|
|
|
|
4.
Memacu semangat warga
belajar untuk terus berkarya
|
√
|
|
|
|
|
|
|
5. Warga
belajar bertanya ketika kurang memahami pembahasan dari tutor
|
|
|
|
√
|
|
Komentar
Posting Komentar