SIKAP SOSIAL
MAKALAH
PSIKOLOGI SOSIAL
“ SIKAP SOSIAL”
oleh kelompok 6:
YUSNA
(15005038)
MUHAMMAD IKBAL (15005019)
AYU MARINI (15005048)
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulilahirobbil’alamin,
tiada kata lain yang patut untuk penulis ungkapkan selain ucapan syukur kepada
Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan dan kemampuan kepada
penulis sehingga tugas makalah ini dapat selesai dengan baik dan tepat
waktunya.
Shalawat
dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada baginda Muhammad SAW, para sahabat
dan seluruh keluarga beliau serta para pengikut beliau hingga akhir zaman.
Selama
penyusunan makalah PSIKOLOGI SOSIAL tentang “SIKAP SOSIAL” ini, penulis telah
mendapat bantuan dari berbagai pihak, terutama kepada dosen Pembina mata
kuliah, Serta ucapan terima kasih juga penulis persembahkan kepada semua pihak
yang baik secara langsung ataupun tidak langsung ikut terlibat dalam
penyelesaian makalah ini.
Akhirnya,
mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekhilafan, penulis mohon saran dan
kritik yang sifatnya membangun guna lebih menyempurnakan makalah ini dan untuk
selanjutnya.
Padang,
Mei 2016
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Manusia adalah
makhluk yang unik karena memilki perbedaan dengan individu lainnya. Sikap
(attitude) merupakan konsep paling penting dalam psikologi sosial yang membahas
unsur sikap baik sebagai individu maupun kelompok. Banyak kajian dilakukan
untuk merumuskan pengertian sikap,
proses terbentuknya sikap, maupun perubahan. Banyak pula penelitian telah
dilakukan terhadap sikap kaitannya denganefek dan perannya dalam pembentukan
karakter dan sistem hubungan antarkelompok.
Banyak sosiolog
dan psikolog memberi batasan bahwa sikap merupakan kecenderungan individu untuk
merespon dengan cara yang khusus terhadap stimulus yang ada dalam lingkungan
sosial. Sikap merupakan suatu kecenderungan untuk mendekat atau menghindar,
posotitif atau negative terhadap berbagai keadaan sosial, apakah itu institusi,
pribadi, situasi, ide, konsep dan sebagainya (Howard dan Kendler,
1974;Gerungan, 2000).
Oleh karena itu
kami akan membahas lebih spesifik lagi mengenai sikap. Untuk itu Dalam makalah ini penulis akan menguraikan
mengenai pengertian sikap, komponen sikap, pembentukan dan perubahan sikap
serta faktor – faktor yang mempengaruhi sikap.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian sikap?
2. Apa
ciri-ciri sikap?
3. Apa
fungsi sikap ?
4. Apa
itu sikap sosial dan sikap individual?
5. Bagaimana
pembentukan dan perubahan sikap?
6. Bagaimana
pengukuran sikap?
C. Tujuan
Penulisan
1. Apa
pengertian sikap?
2. Apa
ciri-ciri sikap?
3. Apa
fungsi sikap ?
4. Apa
itu sikap sosial dan sikap individual?
5. Bagaimana
pembentukan dan perubahan sikap?
6. Bagaimana
pengukuran sikap?
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian sikap
a. Menurut
Fishbein & Ajzen, sikap adalah organisasi yang relatif menetap dari
perasaan-perasaan, keyakinan-keyakinan, dan kecenderungan perilaku terhadap
orang lain, kelompok, ide-ide atau obyek-obyek tertentu.
b. Menurut
G.W. Allport, sikap adalah kedaan mental dan saraf dari kesiapan, yang diatur
melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau terarah terhadap
respons individu pada semua objek dan situasi yang berkaitan dengannya.
c. Krech
dan Crutchfield mendefinisikan sikap sebagai organisasi yang bersifat menetap
dari proses motivasional, emosional, perseptual, dna kognitif.
d. Thurstone,
sikap sebagai tingkatan kecenderungan yang positif atau negatif yang
berhubungan dengan obyek psikologi. Obyek psikologi disini meliputi : simbol,
kata-kata, slogan, orang, lembaga, ide dan sebagainya.
e. Zimbardo
dan Ebbesen, sikap adalah suatu predisposisi (keadaan mudah terpengaruh)
terhadap seseorang, ide, atau obyek yang berisi komponen-komponen cognitive,
affective dan behavior.
f. John
H. Harvey dan William P Smith, sikap adalah kesiapan merespon secara konsisten
dalam bentuk positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.
g. Gerungan,
pengertian attitude diterjemahkan dengan kata sikap terhadap obyek tertentu,
yang dapat merupakan sikap pandangan atau sikap perasaan, tetapi sikap mana
disertai oleh kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap terhadap obyek
tadi itu. Jadi attitude diterjemahkan sebagai sikap dan kesediaaan beraksi
terhadap suatu hal.
Jadi
berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa sikap adalah kecenderungan
individu untuk memahami, merasakan, bereaksi dan berperilaku terhadap suatu
objek yang merupakan hasil dari interaksi komponen kognitif,
afektif dan konatif. Meskipun
ada beberapa perbedaan pengertian tentang sikap, namun ada beberapa ciri yang
disetujui. Sebagian besar ahli dan peneliti sikap setuju bahwa sikap adalah
predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam hal
intensitas nya, biasanya konsisten sepanjang waktu dalam situasi yang sama, dan
komposisinya hampir selalu kompleks.
Tiga komponen yang
terdapat alam setiap sifat adalah :
a. Komponen
kognitif (komponen perseptual)
Yaitu
komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan, yaitu hal-hal
yang berhubungan dengan bagaimana orang mempersepsi terhadap obyek sikap.
b. Komponen
afektif (komponen emosional)
Yaitu
komponen yang berkaitan dengan rasa senang atau tidak terhadap objek sikap.
Rasa senang merupakan hal yang positif, sedangkan rasa tidak senang merupakan
hal yang negatif. Komponen ini menunjukkan arah sikap, yaitu positif dan
negatif.
c. Komponen
konatif (komponen perilaku, atau action
component)
Yaitu
komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak terhadap objek sikap.
Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu menunjukkan besar kecilnya
kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap.
2.
CIRI-CIRI SIKAP
a. Sikap
(attitude) tidak dibawa orang sejak ia dilahirkan, tetapi dibentuk atau
dipelajarinya sepanjang perkembangan orang itu dalam hubungan dengan objeknya.
Sifat ini membedakannya dengan sifat motif-motif biogenetis seperti lapar,
haus, kebutuhan akan istirahat dan lain-lain. Penggerak kegiatan manusia yang
menjadi pembawaan baginya, dan yang terdapat padanya sejak dilahirkan.
b. Sikap
dapat berubah-ubah, karena itu sikap dapat dipelajari orang atau sebaliknya,
attitude dapat dipelajari sehingga
attitude-attitude dapat berubah pada seseorang bila terdapat keadaan-keadaan
dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah berubahnya attitude pada orang itu.
c. Attitude
tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mengandung relasi tertentu terhadap
suatu objek. Dengan kata lain, attitude terbentuk, dipelajari, atau berubah
senantiasa berkaitan dengan suatu objek tertentu yang dapat dirumuskan dengan
jelas.
d. Objek
attitude dapat merupakan suatu hal tertentu, tetapi dapat juga merupakan
kumpulan dari hal-hal tersebut. Jadi attitude dapat berkaitan dengan satu objek
saja tetapi juga berkaitan dengan sederetan objek yang seupa.
e. Attitude
mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan. Sifat inilah yang
membeda-bedakan attitude dari kecakapan-kecakapan atau pengetahuan-pengetahuan
yang dimiliki orang.
3.
FUNGSI SIKAP
Fungsi (tugas) sikap
dapat dibagi menjadi empat golongan, yaitu :
a. Sikap
berfugsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri. Bahwa sikap adalah sesuatu yang
bersifat communicabel, artinya sesuatu yang mudah menjalar, sehingga mudah pula
menjadi milik bersama.
b. Sikap
berfungsi sebagai alat pengatur tingkah laku.
c. Sikap
sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman.
Dalam
hal ini perlu dikemukakan bahwa manusia didalam menerima pengalaman-pengalaman
dari dunia luar sikapnya tidak padif, tetapi diterima secara aktif , artinya
semua pengalaman yang berasal dari dunia luar itu tidak semuanya dilayani oleh
manusia, tetapi manusia memilih mana-mana yang perlu dan mana yang tidak perlu
dilayani. Jadi semua pengalaman ini diberi penilaian, lalu dipilih.
d. Sikap
berfungsi sebagai pernyataan kepribadian. Sikap mencerminkan pribadi seseorang,
ini sebabnya karena sikap tidak pernah terpisah dari pribadi yang mendukungnya.
Oleh karena itu dengan melihat sikap-sikap pada obyek-obyek tertentu, sedikit
banyak orang bisa mengetahui pribadi orang tersebut.
4.
SIKAP SOSIAL DAN SIKAP INDIVIDUAL
Sikap
sosial dinyatakan tidak oleh seorang saja tetapi diperhentikan oleh orang-orang
disekelompoknya. Obyek nya adalah obyek sosial (obyek nya banyak orang dalam
kelompok) dan dinyatakan berulang-ulang.
Misalnya : sikap
berkabung seluruh anggota kelompok karena meninggalnya seorang pahlawannya.
Jadi yang menandai
adanya sikap sosial adalah :
·
Subyek (orang-orang dalam kelompoknya)
·
Obyek (obyeknya sekelompok, obyeknya
sosial)
·
Dinyatakan berulang-ulang
Mislanya : sikap yang
berupa kesenangan atas salah satu jenis makanan atau salah satu jenis
tumbuh-tumbuhan.
Disamping pembagian
sikap atas sosial dan individual sikap dapat pula dibedakan atas :
5.
PEMBENTUKAN DAN PERUBAHAN SIKAP
Pembentukan
attitude tidak terjadi dengan sendirinya atau dengan sembarangan saja.
Pembentukannya senantiasa beralangsung dalam interaksi manusia dan berkaitan
dengan objek tertentu. Interaksi sosial didalam kelompok maupun diluar kelompok
dalam dapat mengubah attitude atau membentuk attitude yang baru. Yang dimaksud
dengan dengan intreaksi diluar kelompok adalah interaksi dengan hasil buah
kebudayaan manusia yang sampai kepadanya melalui media komunikasi seperti surat
kabar, radio, televisi, buku atau risalah.
Sikap
seseorang tidak selamanya tetap. Ia dapat berkembang manakala mendapat
pengaruh, baik dari dalam maupun dari luar yang bersifat positif dan mengesan. Sikap
seseorang dapat dibentuk ataupun diubah melalui bebrapa cara antara lain:
a. Adopsi
Kejadian
dan peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang dan terus menerus, lama
kelamaan secara bertahap diserap dalam diri idividu dan mempengaruhi terbentuknya
sikap.
b. Diferensiasi
Karena
adanya perkembangan akan pengalaman, intelegensi, dan pengetahuan maka ada hal
yang tadinya dianggap sejenis, sekarang dianggap tersendiri dan lepas dari
jenisnya (yang sudah dikelompokkan terdahulu). Terhadap obyek tersebut dapat
terbentuk pula sikap sendiri.
c. Integrasi
Pembentukan
sikap terjadi secara bertahap, dimulai dengan berbagai pengalaman yang
berhubungan dengan satu hal tertentu, sehingga akhirnya terbentuk sikap
mengenai hal tersebut.
d. Trauma
Trauma
adalah pengalaman yang tiba-tiba dan mengejutkan, yang meninggalkan kesan
mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan. Pengalaman-pengalaman yang
traumatis dapat juga menyebabkan terbentuknya sikap.
e. Generalisasi
Pengalaman
traumatik yang dialami seseorang pada beberapa hal tertentu dapat menimbulkan
sikap negatif pada semua hal yang sejenis.
Adapun faktor-faktor yang
menyebabkan perubahan sikap adalah :
v Faktor
internal
Yaitu faktor yang terdapat dalam diri manusia.
Bagaimana individu menanggapai dunia luarnya bersifat selektif, ini berarti
bahwa apa yang datang dari luar tidak semuanya begitu saja diterima, tetapi
individu mengadakan seleksi mana yang akan diterima, dan mana yang akan
ditolaknya. Hal ini berkaitan erat dengan apa yang telah ada dalam diri
individu dalam menanggapai pengaruh dari luar tersebut. Hal ini akan menetukan
apakah sesuatu dari luar itu dapat diterima atau tidak.
v Faktor
eksternal
Yang dimaksud faktor eksternal adalah hal-hal atau
keadaan yang ada diluar diri individu
yang merupakan stimulus untuk membentuk atau mengubah sikap. Dalam hal ini
dapat terjadi dengan langsung, dalam arti adanya hubungan secara langsung
antara individu dengan individu yang lain, antara individu dengan kelompok atau
antara kelompok dengan kelompok. Disamping itu dapat secara tidak langsung,
yaitu dengan perantaraan aat komunikasi, misal media massa baik yang elektronik
ataupun yang non-elektronik.
Hubungan yang secara langsung ini dapat dengan
sengaja diberikan, misal adanya komunikator yang dengan sengaja memberikan
sesuatu dengan tujuan untuk membentuk atau mengubah sesuatu sikap tertentu, dan
ada yang secara tidak langsung atau tidak sengaja diberikan yaitu mencipatakan
situasi yang memungkinkan dapat menimbulkan perubahan atau pembentukan sesuatu
sikap yang dikehendaki.
Dalam
hal ini Sherif mengemukakan bahwa sikap itu dapat diubah atau dibentuk apabila
:
a.
Terdapat hubungan timbal balik yang langsung antara manusia
b.
Adanya komunikasi (yaitu hubungan langsung) dari suatu pihak.
Adapun
untuk memahami sikap sosial biasanya tidak mudah, maka dari itu perlu adanya
metode-metode. Metode-metode itu antara lain :
Ø Metode
langsung ialah metode dimana orng itu secara kangsung dimana pendapatnya
mengenai obyek tertentu. Metode ini lebih mudah pelaksanaan nya tetapi hasilnya
kurang dipercayai.
Ø Metode
tak langsung ialah metode dimana orang diminta supaya menyatakan dirinya
mengenai obyek sikap yang diselidiki, tetapi secara tidak langsung. Mislanya
dengan menggunakan tes psikologi, yang dapat mendaftarkan sikap-sikap dengan
cukup dalam.
Ø Tes
tersusun ialah tes yang menggunakan skala sikap yang dikonstruksikan terlebih
dahulu menurut prinsip-prinsip tertentu.
Ø Tes
yang tidaak tersusun ialah misalnya wawancara, daftar pertanyaan, dan
penelitian bibliografi.
6.
PENGUKURAN SIKAP
a. Pengukuran
sikap secara langsung
Pada
umumnya digunakan tes psikologi yang berupa sejumlah item yang telah disusun
secara hati-hati, seksama, selektif sesuai dengan kriteria tertentu. Tes
psikologi ini kemudian dikembangkan menjadi skala sikap. Dari skala sikap ini
diharapkan mendapat jawaban atas pertanyaan dengan berbagai cara oleh responden
terhadap suatu objek psikologi.
b. Pengukuran
sikap secara tidak langsung
Dalam suatu
teknik tidak langsung, seorang peenliti memberikan gambar-gambar kepada subjek,
subjek diminta untuk menceritakan apa-apa yang ia lihat dari gambar itu.
Jawaban subjek kemudian di-score yang memperlihatkan sikapnya terhadap orang
atau situasi di dalam gambar itu. Seperti yang pernah dikatakan Proshansky
(1943), yaitu menyelidiki tentang sikap terhadap buruh. Disini pengukuran sikap
dilakukan secara tidak langsung, yaitu kepada subjek diperlihatkan
gambar-gambar dari para pekerja dalam berbagai konflik situasi. Subjek diminta
untuk menceritakan tentang gambar-gambar itu dalam suatu karangan atau cerita.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Sikap (attitude)
adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah
dalam hal intensitas nya, biasanya konsisten sepanjang waktu dalam situasi yang
sama, dan komposisinya hampir selalu kompleks.
Sikap mempunyai
ciri-ciri : Sikap tidak dibawa sejak lahir, Sikap dapat berubah-ubah, sikap
dapat dipelajari. Komponen dalam sikap meliputi aspek kognitif, afektif, dan
konatif. Sikap meliputi sikap sosial dan sikap individual serta meliputi sikap
negatif dan sikap positif.
Pembentukan dan
perubahan sikap disebabkan dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang meliputi
faktor intern dan faktor ekstern. Untuk dapat memahami sikap dapat dilakukan
dengan menggunakan metode-metode diantaranya metode langsung daan metode tidak
langsung.
B.
SARAN
Demikian makalah
yang dapat penulis paparkan mengenai sikap sosial dan berbagai hal yang
berhubungan dengan sikap tersebut. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih
terdapat kesalahan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun kami
harapkan untuk perbaikan makalah kami selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahmadi, Abu, dkk. 1991. Psikologi sosial. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Walgito, Bimo. 2003. Psikologi sosial. Yogyakarta: ANDI.
Komentar
Posting Komentar